Cerita Fiksi "Bagai Bulan Purnama"
Cerita Fiksi " Bagai Bulan Purnama "
Cerita ini hanyalah cerita/karangan fiksi, dari mulai penamaan rokok sampai dengan alur ceritanya. Mohon maaf dan dimaklumi bila ada kesamaan karena ini diluar kehendak penulis.Penulis, sebelumnya berterima kasih telah menyempatkan mengunjungi dan membaca cerpen ini. Mungkin cerita ini masih kurang bagus, penulis mo
Selamat membaca...
BAGAI BULAN PURNAMA
Pagi-pagi sekali, Muthia pergi ke pasar untuk belanja sayuran. Ia berangkat sendirian tanpa ditemani si adek Ulum. Ia naik becak pulangnya. Sesampai didepan rumahnya...
"Hey! Kenapa gak bangunin aku sih!" cetus sahut Ulum berdiri didepan pintu.
"Bicara didalam saja dik" ujarnya Muthia "maaf pak. Berapa ya pak? "
"12rb mbk" tukang becak
"Ini pak. terima kasih " Muthia.
"Sama-sama mbk. Mari mbk"Tukang Becak.
Di lain tempat yakni dirumah laki-laki tampan bernama Faisal sedang nonton tv bersama sang istri Cahaya namanya. Cahaya selalu duduk berjauhan dengan Faisal, ia terlihat murung tetapi ia tak menceritakan masalahnya kepada suaminya. Sebenarnya istrinya itu murung karena dia dipaksa bersikap tidak baik kepada Faisal oleh orang tuanya sendiri dan itu bertentangan dengan hatinya.
Suatu hari Faisal mengajak Cahaya ke mall. Dimall Cahaya palah marah-marah gak jelas gara-gara ia tidak bisa buka lift.
"Kenapa kita kesini? Kamu mau melihatkan dan mamerin keasikan mereka-mereka ke aku!"cetus Cahaya
"Sini aku pencetin tombolnya. yuk masuk? !" rayu Faisal tanpa memegang sang istri karena kalau dipegang dikit langsung jutek.
"Jangan merayu ku. Aku pulang! Gak mau masuk. Aku pulang pokoknya pulang" Cahaya
"Mas kalau masuk - masuk yang didalam menunggu kalian ribut?" Kata salah satu Bapak yang didalam lift
"Maaf Pak gak jadi, Permisi" Faisal berjalan menuju parkir mobil. "Ya sudah. Kita pulang" Faisal membuka pintu mobil untuk Cahaya.
Keesokan harinya, dirumah Muthia. Ia bersih-bersih rumah bersama Ulum. Saat Ulum baru sebentar membantu ia merasa 😪 lalu pergi keluar, bersepeda mini sendiri.
"Astagfirullahal adzim, Anak itu?! katanya lelah kok bersepeda" Muthia
Belum selesai bersih - bersih, Muthia terpeleset dilantai tetapi Muthia tidah terluka hanya setelah itu ia istirahat sebentar lalu dilanjutkannya lagi bersih - bersih.
Saat Ulum sampai dirumah dari bersepeda, ia diminta membantu tetapi ia enggan, akhirnya baru selesai sorenya. Muthia yang merasa lelah tak sengaja tertidur sebentar hingga akhirnya dibangunkan sang adik.
"Heh heh Bangun! Udah sore banget nih! Cepat mandi, sholat, masak. Aku laper dari siang belum makan " Kata Ulum.
"Astaghfirullah. " Muthia pun bergegas.
Selesai sholat Muthia melihat makanan dimeja masih ada, ia tetap memasak lagi.
"Makanan dimeja masih ada tetapi Ulum minta yang baru, astaghfirullahal adzim" Muthia.
"Ngomong apa?! " seru Ulum
Selesai makan. Muthia menemani adiknya belajar dikamarnya. Tetapi disela-sela belajar si Adik banyak mainin HP terus.
"Sulit banget ini soal?! Otakku kayaknya cacingan nih bundel " Ulum megang pensil sama main HPnya.
"Coba pelajari dulu dik jangan langsung bilang gitu terus itu HPnya ditaruh dulu kalau tidak penting daripada nambahin bundel" Kata Muthia.
"Ini itu pelajaran yang paling gak kusuka! Kalau kamu bisa?! kerjain dong" Ulum
"Kok kakak, kakak hanya bantu kamu kalau"terpotong perkataan Muthia
"Apa gunanya kamu disini?! kalau begitu! Pergi saja sana keluar dari kamar aku. Kamu itu pintar di miliki sendiri! Dasar menyebalkan " Cetus adiknya.
"Dik? Kakak cuma mau kamu mandiri" jelas Kakak Muthia lalu ditarik tangannya keluar kamar oleh si adik. Di luar kamar adiknya, Muthia mengeluh dadanya agar bisa menahan marahnya lalu ia pun pergi.
Malam ini dirumah Faisal, ia sedang tidur di sofa ruang depan. Berbeda dengan Cahaya yang dikamar dengan kesibukan pos curhatannya di sosmed hingga banyak yang menanggapinya.
Waktu siang ini, Faisal yang sedang bercocok tanan disawahnya. Ia bekerja tanpa bantuan Cahaya tetapi kulinya. Selesai itu mereka makan. Iseng - iseng kulinya bertanya tentang sosmed Cahaya. Ia memperlihatkan foto dan itu benar foto Cahaya. Hanya itu yang ditanyakan kulinya sebabkan tak mau ikut campur urusan keluarga orang lain.
Dimusholla, Faisal itu habis dari sawah tetapi ia mandi dan sholat dulu. Ia pun mengumandangkan adzan dhuhur, sorenya ia baru pulang kerumah. Dan ini sudah menjadi kebiasaannya.
Saat ia diperjalanan pulang, tak sengaja ia bertemu Ulum yang sedang naik sepeda mini sambil sesekali mainin HP.
"Nak jangan main hp bahaya" sahut Faisal saat naik motornya.
Ulum palah menyewotinya. Tak lama kemudian ia terjatuh dari sepadanya sendiri karena ban sepedanya mengenai krikil. Faisal yang melihat dari sepion langsung berhenti dan turun menolong Ulum.
"Astaghfirullahal adzim. Kamu tidak apa apa nak? " tanya Faisal yang mendatangi Ulum.
"Ada apa ini" tanya orang yang baru datang kemudian.
"Aku tidak apa-apa ah! Jangan lebay kalian. Pergi-pergi" Ulum dengan lambaian mengusir.
"Ayo kita pergi" kata orang yang lainnya sambil sewot.
Faisal yang masih disitu melihat Ulum mengotak - atik HPnya, Faisal pun tiba-tiba disuruh mengganti HP yang mati.
"Hp ku mati nih! Gara-gara bapak"
"Kok saya"
"Nanti saya dimarahin kakak saya nih! "Dengan suara merintih "ginama nih Mana aku punya uang buat ganti HP" Lanjut Ulum dengan cukup lihai merayu.
"Nak gi" Faisal terpotong.
"Nak-nak, panggil U-L-U-M namaku Adik Ulum"
"Iya udah, kalo gjtu saya ganti? "
"Beneran Pak. Makasih Paman, paman baik deh"
Datang hari Minggu, Faisal tidak berangkat ke sawah. Faisal lagi duduk - duduk dengan pakaian rapi sambil lihat jam dinding di sofa yang merupakan tempat tidurnya. Cahaya berdiri disudut lemari membelakangi Faisal.
"Kenapa gak kesawah? "Pikir Cahaya "mau kemana dia kalau gitu" Lanjut gumamnya.
"Kamu ikut tidak?" Faisal
"gak ikut" Cahaya
"Bener kamu gak mau ikut? "Tanya Faisal
"Gak! Ogah! Kamu itu menyebelin ya! "cetus Cahaya sambil pergi.
Kring! Kring! Kring!
Suara HP Cahaya berbunyi dan Faisal mendatangi arah suara HP itu, ia hendak buka tetapi ternyata dikunci.
Faisal yang hendak berangkat berpesan. "Jaga rumah! "Serunya
"Iya iya tahu. Gak usah kasih tahu pun"Seru Cahaya dari ruangan paling dalam.
Sedangkan dilain tempat dihari itu, Muthia harus kepasar belanja sayur mayur. Sebelum kepasar ia berpesan kepada si adik untuk jaga rumah.
"Kenapa sih aku gak boleh keluar? Tetapi kalau kakak keluar sesukanya"
"Kakak kan suruh jaga rumah. Emang mau kemana? "
"Ok ok." jawab Ulum sambil menutup pintu rumah.
Setelah terlihat jauh Sang Kak. Ia pun keluar dan bertemu Faisal yang sedang menunggu diserang jalan tepatyan ditrotoar. Ulum melihat disebrang dan ia pun menyebrang saat tidak ada kendaraan melintas dan ia berpikir akan jalan kaki bersamanya.
"Lho... Kita jalan kaki paman?! Yang benar saja paman. Pasar itu jauh paman. Aduh aduh aduh" kata Ulum.
"Kita naik mobil. "
"MOBIL"
"Iya, ayo? Mobil paman disana"
"Ok ok"
Muthia sedang memilih sayur mayur dipasar. Saat keluar dari pasar ia seperti melihat si adik, ia pun mengikutinya tetapi saat ia mengikuti jejaknya hilang. Lalu iapun berpikir mana mungkin itu adiknya.
Faisal dan Ulum pun sampai dikonter HP, Faisal membelikan HP baru yang persis dengan HP lama Ulum(permintaan Ulum).
Setelah itu masuk mobil, Ulum yang terus mengotak- atik HP dan Faisal melihatnya dengan senang.
"Alhamdulillah kalau kamu senang"
"Alhamdulillah Paman. Makasih ya. Oya paman boleh minta no. Hpnya? "
"Paman gak pakai kaya gituan ribet"
"Ini zaman canggih paman bukan zaman kuno. Astaghfirullah "
"Hemmm"
Sesampai didepan trotoar tadi siang setelah itu Ulum turun ia lupa membawa dusboxnya.
"Ya udah saya pulang dulu ya. Assalamu'alaikum? "Faisal didalam mobu
"Waalaikumusalam, hati-hati paman! "Ulum
Dirumah, ternyata Muthia sudah pulang duluan. Ulum jadi kaget, dan diam-diam masuk rumah.
"Salam dulu dong jangan nyelonong" Muthia
"Assalamu'alaikum?"
"Waalaikumusalam. Habis dari mana? "
"Bukan urusan kamu. Minggir! "
"Lho... Kakak tanya,kamu dari"terpotong
"Heh! Aku gak pernah mau tahu kamu jadi kakak jangan kepo. Jangan bahas lagi! " Ulum pergi begitu saja kekamar
"Astaghfirullah" Muthia
Beberapa Hari ini Muthia merasa gak enak badan sehingga Ulum yang harus gantiin pekerjaan rumah sehabis pulang dari sekolah.
"Dik maafin kak. "
"Harus bagimu minta maaf ke aku. Terus buburnya ini dikasih apa? "Ulum yang sedang buat bubur.
"Tawar aja. Klw sudah matang dipindah dipiring ya"
"Iya. Capek capek akhirnya"
"Jangan uring uringan gitu"
"Ini gara-gara kamu. Cepat sembuh biar aku gak uring uringan. Ini tu pekerjaan orang dewasa bukan lelaki yang masih SD ini"
"Bukan kah kalau memberi bantuan itu berpahala"
Dirumah Faisal, Faisal sedang mempersiapkan makan malam. Cahaya yang asyik main hp dikamarnya didatangi Faisal.
"Ayo kita dinner? " Faisal
"Keluar! Jangan pegang aku nanti baju ku bau dapur. Nanti dulu"
"Ya udah aku tunggu ya"
Dimeja makan, setelah makan. Cahaya mengutarakan keingginannya, dimana ia ingin membuka usaha.
"Mau usaha apa kamu? "
"Salon"
"Akan aku pikirkan dulu"
"Lama! " Cahaya pergi begitu saja
Sore ini, Faisal bertemu lagi dengan Ulum dijalan. Faisal pun mentraktir makannya.
"Makasih paman traktirnya. Paman kerja dimana? "
"Sawah"
"Ini tadi gak kerja? "
"Kerja, baru selasai terus ketemu kamu"
"Kok pakaiannya" tanya Ulum melihat pakaian dan bau harum Faisal.
"Kalau sore saya gak langsung pulang, kemusholla dulu mandi sambil nunggu waktu sholat habis itu yang terakhir pulang"
"Ooo. Oya paman kemarin dusbox hp Ulum ketinggalan dimobil paman"
"Ogitu. Paman bakal cari dulu dimobil lalu paman kasikan kerumah kamu insyaallah. kapan - kapan tapi ya? "
"Ogitu. Iya gak apa apa paman. Ini alamat rumah ku" Ulum memberikan catatan kecil dikertas.
Sepulang dari sawah, Faisal mencari dusbox HP. Setelah dicarinya ternyata dislop bagian bawah kursi mobilnya. Ia bawa keluar mobil. Cahaya yang melihat pun bertanya.
"Milik siapa itu? " Cahaya dengan cetusnya
"Milik dek Ulum" Faisal
"Kenapa bisa dimobilmu? "Cahaya
"Ketinggalan" Faisal
"Kok bisa?" Cahaya
"Apa kamu membelikannya? Jangan coba-coba bohongin aku ya. Emang aku gak tahu sifat kamu itu. Mana aku buang saja! " Lanjut Cahaya makin kesal.
"Jangan! " Faisal Tarik tarikan dusbox. "Nanti rusah?! " Lanjutnya.
"Biarin! Kamu memang hanya peduli sama orang saja kalau sama aku gak" Cahaya
"Lepas! Jangan seperti anak kecil! "Tegas Faisal dan membawa pergi dusbox itu.
Tiba-tiba Cahaya meminta Faisal berhenti.
"Berhenti! Aku capek sama kamu! Aku gak kuat lagi! " Cahaya
"Apa maksud kamu? " Faisal
"Sekarang aku mau tanya. Tentang permintaanku kemarin dan harus kau jawab sekarang"
"Baik katakanlah kembali tetapi didalam rumah saja jangan dibagasi kaya gini"
"Aku mau bikin salon dan kamu harus izini aku atau kau ganti saja tiang rumahmu ini. Ayo cepat jawab!"
"hus! Astagfirullah jangan bilang begitu. Biarlah aku yang kerja dan kamu dirumah saja"
"Aku bosen! Lebih baik aku pergi saja dari sini"
Cahaya yang pergi dengan emosi ia kekamar dan mengambil koper. Dengan sigap Faisal mengambil koper itu.
"Baiklah kalo begitu, tetapi kamu jangan pergi dari hidupku"
"Ok akan aku usahakan"ujar Cahaya"terima kasih"pura-puranya
Dirimah Muthia, Muthia yang belum kunjung sembuk membuat siadik uring uringan. Hingga Muthia harus terpaksa memasak dan bersih-bersih, diselang ia bersih - bersih datang tetangga yang menjenguknya. Dilihatnya sitetangga tersebut dan ia pun pingsan. Tetangganya kebingungan. Akhirnya dibawalah Muthia ke RS.
Ulum yang masih sekolah didatangi walikelasnya bilang bahwa kakaknya masuk Rumah Sakit, terkejutlah Ulum saat itu. Ulum pun bergegas pamit pulang dan langsung kerumah sakit.
Sedangkan Faisal, sore ini tiba dihalamat rumah Ulum. Ia mengetuk pintu dan mengucap salam tetapi tak Ada yang jawab sama sekali. Ia pun keluar rumah tersebut menuju jalanan, ia bertemu beberapa warga dan bertanya.
"Pak ini rumah Adik Ulum? "Tanya Faisal
"Ia kerumah sakit, mbk Muthia sakit. Tadi siang berangkatnya"Bapak1
"Obegitu"
"Mas temannya? Mau jenguk? ke RS Kusuma saja mas dirawat disana terus kamar??? "Bapak 1
"Mbk Muthia dirawat dikamar apa ? "Tanya Bapak1 keBapak 2 yang dimotor
"Cempak1"jwb Bpk2
"Iya he'e cempaka 1 mas. Ya udah mas ya. Saya buru buru. Assalamu'alaikum? "Bpk1
"Waalaikumusalam. Makasih pak"
"iya mas" Bapak 1dan 2 sambil naik motor.
Kakak terbaring tidak sadarkan diri, Ulum terus menunggunya. Sedang faisal menuju RS sesampainya disana waktu sudah magrib, jadi ia menuju masjid RS untuk sholat dan lalu ia menuju kamar cempaka1. Saat Faisal sampai diruang cempaka 1, jantungnya tiba-tiba berdetak kencang.
"Perasaan apa ini? " pikir Faisal
Sesampai didepan pintu ia melihat pintu setengah terbuka. Iya pun masuk dan melihat perempuan berjilbab mengenakab alat bantu pernafasan. Setelah itu ia menaruh apa yang dia bawa dan pergi.
Ulum habis sholat menuju kamar kakak dan ia kaget ada dusbox dan buah serta makanan lainnya. Ia tahu itu pasti paman nunggu lama lalu pulang.
Keesokan harinya Faisal teringan akan ulum.
"Masya Allah, Muda sekali ibunya Ulum itu. " Pikir Faisal
Cahaya yang sedang berdandan hendak menuju salonnya dicegak Faisal disebabkan make punya berlebihan, Tetapi Cahaya menghiraukannya. Faisal pun mengambil kunci mobil dan membawanya.
"Ambil saja! Dasar pelit lihat ya?! aku bisa beli sendiri, sekarang aku mau naik ojol saja.
Assalamu'alaikum? " Cahaya
"Waalaikumusalam. Astaghfirullah " Faisal.
Malam hari disofa Faisal melamum.
"Hey? Hey? Kenapa kamu?!! "Cahaya
"Astaghfirullahal adzim. Maaf kamu ngomong apa? " Faisal
"Kenapa melamun? " Cahaya dan Faisal hanya tersenyum.
"kamu pakai hijab ya? "
"What?! Kenapa selalu kamu atur sih! Aku jadi gak bisa leluasa. Belum waktunya buat ku"
"Bila aurat itu kau tutup itu baik"
"Hey! Aku udah tutup ini tapi kepala belom lah nanti dulu. Ah... Udah ah mau tidur "
Besoknya diRS, akhirnya Muthia pun siuman, Sang adik girang kesenangan. Iya pun memanggil dokter. Dokter bilang kakak harus dirawat sampai pulih kondisinya, keadaan dah membaik tetapi perlu istirahat. DiRS datang lagi Faisal bersama istrinya. Cahaya yang dengan sewot melihat Ulum, saat itu Faisal sedang ke Toilet.
"Kamu yang namanya Ulum? "
"Iya Bu"
"Aku ini masih muda. Panggil. Mbk. Heh! Aku kasih tahu ya jangan sok cari perhatian dg mas Faisal ya! Emang kamu pikir dia bapakmu apa! bisa seenaknya saja minta ini itu?! Dasar! Orang seperti kamu itu gak pantas dikasihani"
"Apa maksud mbk! " Ulum suara tinggi
"Berani keras ya suaranya! Dasar gak punya sopan santun"
Ribut lah diluar kamar. Tak lama Faisal datang dari. Toilet dan melerai mereka.
"Ini itu rumah sakit tak pantas kalian ribut. " Faisal
"Ayo pulang. Aku gak mau lama lama disini, bisa memanas kepala ini" Cahaya menarik baju Faisal.
Dikamar, Muthia bertanya tentang berikis diluar kamarnya. Tetapi Ulum berbohong tentang sebenarnya kejadian diluar. Ulum pun menyuapi kakak dan membantu kakaknya. Muthia senang sang adik bisa perhatian.
Singkat cerita...
Muthia sudah sehat kembali dan dia hari ini ke pasar menengok karyawan di toko/ruko milik alm. Ayahnya, Sang adik pun ikut. Disana alhamdulillah ruko ramai pembeli.
"Mbk? Bagaimana toko ramai? "
"Alhamdulillah mbk ramai"karyawati
"Alhamdulillah ya mbk. "
Mereka pun berbincang-bincang.
Dirumah Faisal, Cahaya memasak makanan untuk Faisal dengan sengaja ia buat tidak enak.
"Astaghfirullah. Tak baik apa yang kamu perbuat ini" kata Faisal
"Apa? Kamu mau marah?! Aku emang sengaja masak gak enak" Cahaya" Daripada makan dirumah mending diluar saja cepat saji dan lebih enak kan" Sindir Cahaya.
"Kamu kenapa begitu sekali padaku? Sekarang "
"Kamu tahu kenapa?! Kamu itu membosankan bagiku. Mending aku pergi saja" Cahaya
Sedangkan suatu hari, seorang lelaki datang menemui Ulum saja tetapi Muthia melihatnya dari jendela saja sebab lelaki itu akrab sekali dg ulum diluar rumah sana. Lelaki itupun langsung pergi. Ulum masuk rumah dengan membawa piscok dan memergoki kakak lagi mengintip.
"Ngintip orang ?! " Ulum
"Eee. Sana mandi habis itu makan. "
Muthia
Singkat cerita, Selesai dr musholla Muthia bertanya tentang lelaki itu ke adiknya, lalu dijawab.
Malam ini dirumah Faisal, Cahaya baru pulang dari salon.
"Kok baru pulang? "Faisal
"Urusanku dong. Buatin aku jus dong" Muthia
"Sebentar. Kalau pulangnya malam aku bisa jemput tapi kamu bilang jam berapa. Ini itu malam bgt"
"Heh! Klw seperti itu ribet. Eh! Hpku nyala"
"Coba aku lihat"
"Emangnya bisa. Heh! Muka aja bagus tapi soal gini (hp) gak bagus sama sekali"
"Maka dari itu ajarilah aku"
"Kalau sampai dia bisa gawat" gumam cahaya dalam hati
"udah ah! Aku mau tidur aja dari pada ribut" kata cahaya lalu pergi.
Selesai sholat, Faisal menemui pak. Ustadz. Dan menceritakan pertemuannya dengan Muthia pertama kalinya.
"Saya beberapa hari ini mikirin seseorang perempuan karena perempuan itu sholehah p. ustadz. Perempuan itu ibu dari anak kecil yang saya sering banget ketemu dia. Apakah dia jodoh saya ya P. Ustadz? Sebab kalau ketemu rasanya degdegan. Mohon solusi ya P. Ustadz? "Faisal
" Apa dia cantik?"
" bukan itu yang saya lihat dari dia p. Ustadz, tetapi sisi lain"
"Apa kamu berniat menambah istri?"
"emmm "
"Begini Mas Faisal, perbuatan mas memikirkan Perempuan yang belum halal itu dosa sama dengan mas mendekati zina apalagi mas sampai ngebayangin bukan mahrom lebih dalam lagi, itu malah bahaya mas. Sudah dihentikan dan dihapus pikiran tentangnya. Tetapi bila mas ingin menambah istri?! .
harus minta petunjuk Allah SWT lewat sholat istiqoroh apakah si perempuan itu pantas dengan Mas Faisal atau tidak"
"Obegitu ya pak" Faisal
"Pak Ustadz poligami itu boleh kan pak" Lanjut Faisal
"Boleh. Poligami itu kalau kita mampu mengurus mereka tetapi bila tidak mampu 1 saja lah. tapi itupun harus istri pertamanya izinin buat poligami jangan sampai mas melukai perasaan istri pertama.OOya, Mampu disini bukan hanya masalah harta tetapi juga hati." Jelas P. Ustadz.
Hari ini merupakan 1000hari meninggalnya alm. Ayah Muthia. Tetangga hanya beberapa orang yang ikut membantu membuat jamuan acara tersebut.
"Muthia siapa sih laki-laki yang sering bersama Ulum itu? " Tanya Bu Pariatun
"Siapa bu? " Muthia
"Yang mesti ngajakin adik mu itu lho" Bu Pariatun
"O dia. Namanya Faisal bu.. Teman adik saya" Muthia
"Kukira calonmu. Sering banget lho Muthia org itu kerumahmu. Kita itu takut ada omongan yang enggak enak tentang kamu nanti didaerah kita"Bu Titik
"Makasih sudah diingetin saya ya bu? " Muthia
"Alah sesama tetangganya kok gitu santai saja lah. Tapi dia tajir kaya nya 11 12 lah sama kamu" Bu Titik
"Ibu ibu ini ngomong apa sih" Muthia
Malam pun tiba, ba'da isya' semua tamu undanga datang dan termasuk Faisal, tidak lama acara pun dimulai. Setelah selesai acara, Muthia dengan malu ia beranikan menemui Faisal.
"Maaf boleh bicara sebentar? "Muthia
"Boleh" Faisal
"Mas jangan kesini lagi ya? Soalnya"terpotong
"Kenapa? "
"Soalnya saya tidak enak dilihat tetangga. Mas tau kan saya perempuan. Nanti takutnya terjadi fitnah"
"Obegitu. Saya mengerti. Kalau begitu saya pamit pulang saya titip salam buat Ulum ya? "
"Iya insya allah nanti saya sampaikan"
"Assalamu'alaikum? "
"Waalaikumusalam "
Setelah sampai dirumah Faisal menuju sang istri. Tetapi ternyata sang istri sudah tidur dikamar yang dikunci.
Beberapa hari kemudian, Disawah. Si kuli mengajak ngobrol Faisal.
"Maaf mas. Mas gak ingin belajar hp? "
"Siapa yg ngajarin pak"
"Istri Mas kan bisa"
"Dia sibuk ngurusin salonnya pak"
"Astaghfirullah?"
Pagi ini, Ulum berangkat sekolah. Dijalan ia bertemu Cahaya.
"Berhenti! Sini kamu? "Panggil Cahaya
"Iya mbk. Ada apa? "Ulum disiram air.
"Bilang sama orang rumah mu. Jangan lagi undang suamiku dan kamu jangan gangguin suamiku. Aku gak suka ya. Dan jangan merayunya. Assalamu'alaikum? "
"Waalaikumusalam. Dasar!!! "
Muthia melihat si adik baik lagi kerumah, Ia menceritakan pertemuannya dengan istri paman Fisal.
Muthia pun besoknya menemui Faisal yang berada disawahnya, ia diberitahu adek letak sawah Faisal.
Faisal yang sedang bercocok tanam ditemui Muthia.
"Assalamu'alaikum? Maaf pak, mas faisalnya ada? " Muthia
"Mas ada yang nyari" P. Kuli kepada
Faisal dan ia pun menghampiri.
"Masya Allah. Dari mana kamu tahu sini. Ooo, pasti Ulum yang kasih tahu. "
"Bisa bicara sebentar? "
Muthia pun memberitau kejadian yang dialami si adik.
"Ulum dimarahin dan disiram air? Astagfirullah "kaget faisal
"Anak SD seusia dia itu kasian mas. Jadi saya minta mas bimbing istrinya mas utk bersikap baik dg anak seusia Ulum"
"Maafkan istri saya ya mbk? Gara-gara istri saya anak mbk jadi trauma "
" anak?! Ulum itu adik saya mas. Saya blm menikah"
"Maaf mbk. Saya pikir mbknya nikah muda. Ooo berarti yg 1000hr kemarin ayah mbk?. O"
Sesampainya dirumah, Faisal menemui sang istri. Cahaya lagi mengecat kuku-kukunya.
"Assalamu'alaikum? "
"Waalaikumusalam? Aku lagi ngecat kuku bagus tdk menurut mu? "
"Istriku aku mau tanya sama kamu? "
"Kamu kenapa sih! Senyum dong?! Biasanya pulang-pulang senyum. Iya mau tanya Apa? "
"Kamu berbuat apa dengan adik Ulum, kamu marahi dia? "
"Ooo... Jadi dia ngadu ke kamu?! Kalau aku bilang ya apa yg kau mau buat heh! "
"Jangan begitulah kamu ini. kasihanlah kamu pada anak itu sedikit"
"Itu sifat kamu bukan aku. Kamu itu jangan belain anak itu ya... Dia itu cuma rayu kamu biar kamu empati ke mereka. Sadar dong. Jangan terlampau baik! Kita gak tahu. Sifat busuk mereka. "Keras cahaya
"Itu tak mungkin"
"Mungkin... Heh! Aku gak suka kamu deket2 mereka gak level tahu."
"Kamu harus meminta maaf akan kesalahan mu"
"Kata kan ke calon anakmu itu aku minta maaf. Toh... Kamu udah gak peduliin aku lagi"
"Ngomong apa kamu"
"Lupain saja. Kamu memang jahat! Selamanya kamu disofa itu. Sampai aku keluar dari sini"
"Bukannya aku tk peduli"
"Gak mau tahu! Pergi3"
2bln berlalu. Disawah...
"Mari pak makan siang dulu? "
"Iya mas! "
"Maaf mas sebelumnya tetapi mas jangan marah ya? "
"Kenapa pak. Bapak mau cuti? "
"Bukan begitu. Akhir2 ini kelihatan murung. Banyak beban ya mas?"
"Eng enggak. Cuman kecapean aja pak"
"Ogitu. Kemarin ni mas saya ketemu sama mbk cahaya dicafe tetapi ia tak sendiri. Ia bersama org yg berjas gitu. Ni mas saya sampai memotonya"
"Pantesan sering bgt keluar rumahnya"gumam faisal "siapa ya pak"
"Apa jangan2.astagfirullah"
"Pak.mungkin itu claennya"
"Semoga begitu"
Biasa setelah makan siang kulinya bercerita lagi. Kali ini ia memperlihatkan posnya mbk Cahaya. Setelah Faisal membaca beberapa pos, ia kaget sebab isinya curhatan tentang masalah keluarga.
"Ya Allah. Cahaya kamu tega" gumamnya
"Maaf mas. Saya bukannya mau merusak tetapi saya menunjukkan fakta tentang istrinya mas itu."
"Trim infonya pak"
Di mushola... Seperti biasa faisal mandi dan sholat dhuhur dan asyar. Setelah sholat selesai ia segera menemui p. Ustadz. Ia menceritakan permasalahan keluarganya.
"Setiap hidup itu selalu ada masalah atau ujian mas faisal dan ujian itu untk melatih kedewasaan kita juga sabar jadi siapa yang lolos dari ujian itu ia beruntung maksud saya bukan melarikan diri lho mas"jelas p. Ustadz
"Terima kasih pencerahannya pak"
Faisal malam ini menuju salon tetapi cahaya katanya sudah pulang. Ia pun pulang...
Cahaya ternyata sudah pulang dia menunggu faisal sebab rumah diluck. Dengan sebal ia masuk dan segera ke kamar.
Muthia malam ini terbangun sebab mimpi bertemu Faisal. Ia pun berwudhu dan sholat lail begitu pula Faisal.
Beberapa hari kemudian Muthia ke rumah p. Ustadz menceritakan mimpinya dengan bertepatan Faisal pula disana. P. Ustadz pun membuat kesimpulan dr cerita mereka yang hampir sama sebab Muthia dan Faisal tidak menyebutkan siapa yang berada dimimpi mereka yang hanya menyebut seorang laki dan seorang perempuan.
Besoknya. Muthia kecafe bersama si adek tak sengaja ia bertemu cahaya yang bersama seorang beras yang merupakan pengacara. Siapa ya?
Ulum mencegah si kakak yang ingin menghampiri cahaya sebab hendak menyapa. Setelah begitu lama cahaya dan bapak berjas pun pergi. Dari sudut bawah meja terlihat doc. Bpk itu ketinggalan. Ulum segera mengambilnya dan melihat teks cover doc "surat permohonan"
Lalu diantar diberikan bpk berjas tersebut.
Sorenya, Faisal diberitahu kulinya suruh menyelidiki Cahaya. Faisal diperlihatkan foto lagi tentang cahaya. Dari foto itu cahaya membuat sebuah edit hati yang terbelah dg huruf C dan F. Faisal lalu berfikir yang tidak2 tentang sang istri. Setelah pulang dari sawah ia segera menuju salon cahaya. Tetapi ia tidak menemukannya kembali. Ia pun menuju lokasi cafe yang diceritakan. Disana ternyata ada cahaya dan cahaya melihat Faisal pula. Cahaya pun bergegas pergi ke toilet wanita. Faisal pun kehilangan jejak sang istri.
Tak lama ibu dari cahaya datang dengan seorang laki-laki tajir. Faisal yang mengetahuinya pun segera menemui ibu mertuanya itu. Sang ibu kaget! Sebab sang menantu bisa dicafe, apakah Cahaya yg ajak? Ibu berpikir seperti itu dan mereka pun duduk di kursi yang ternyata sudah dipesan oleh cahaya sendiri.
"Lama saya tidak berjumpa kamu? "
"Maaf saya banyak kesibukan jadi jarang mengunjungi ibu" Faisalh
"Otidak apa apa sekarang."ibu "Cahaya! Disini nak" sahut ibu saat melihat Cahaya
Faisal terus melihat sang istri, Hingga membuat Cahaya minder.
"Kapan kalian pisah? "Tanya lelaki tajir itu
"Kamu ngomong apa!"kaget Faisal sambil menarik baju lelaki tajir
"Cahaya kenapa kamu membawa lelaki yang kasar kemari? "Cetus ibu.
"Apakah kalian belum mempersiapkannya? '' tanya lelaki tajir sekali lagi
"Apa maksudmu?! "Faisal reflek memukul lelaki itu
"Cuwih! Apa pantas perempuan selembut kamu dengan lelaki sekasar dia" laki itu berkata lagi.
Terjadilah saling branten sebentar.
Dan cahaya melerainya.
"Baca surat ini?" cahaya memberikannya. Setelah dibaca. Faisal menarik lengan Cahaya dan mengajak ngobrol dengan menjauh.
"Cukup tariknya! cukup hidup ini dg lelaki macam Kau. Hidupku seperti dipenjara. kamu tahu!!! Knapa?! Oya satu lagi 2hari lagi diproses perceraian kita. Dan kamu bebas"
"Aku tahu ini permintaan ibu kamu kan"
"Udah jangan banyak omong. Kita kan udah lama pisah ranjang dan kamu menyetujuinya. Sekarang kamu tinggal tandatangan surat itu. Aku udah muak melihatmu lagi"
"Baik kalau itu mau mu"
Akhirnya Faisal pun men TTD surat itu. Dan Faisal hendak mengajak Cahaya pulang tetapi cahaya enggan. Ia beralasan besok 2 hari lagi pas pagi pulang mengambil barang barangnya.
Keesokan hari, Muthia menuju pasar mengontrol rukonya. Ia berbincang-bincang dg karyawannya dan sesekali membantu pekerjaan mereka. Ternyata Faisal berbelanja diruko Muthia. Gak tahu kenapa belanjanya banyak...
Muthia pun pulang, dirumah ada Faisal yang mengantar makanan katanya ada acara, Muthia sebenarnya tak menerimanya tetapi karena dipaksa akhirnya ia menerimanya. Selepas pulang sekolah si adik tak kunjung pulang hingga waktu malam tiba. Sang kakak yang cemas. Ia berusaha menelponnya tetapi tidak diangkat angkat hingga larut malam.
Terdengar suara mobil dari luar. Muthia pun segera keluar dan dengan senang Muthia memeluk sang adik sambil berkaca-kaca matanya. Tetapi sang adik menghindar dikarenakan malu. Muthia melihat baju baru yang dipakai sang adik dan wajah cerianya. Muthia dengan marah mengetuk pintu mobil dan menasihati si faisal.
"Jangan ajak adik saya lagi. Anda bikin saya cemas saja. Gak tahu apa kalau sudah malam? Jangan kesini lagi! Bikin orang khawatir. Kok palah senyam- senyum"Marah Muthia dan Faisal tersenyum karena pelihat ekspresi kwatir Muthia
"Kalau begitu saya minta maaf? Saya pulang. Assalamu'alaikum?"
"Waalaikumu salam. "
Pagi ini, Cahaya datang kerumah Faisal. Faisal saat itu sedang membaca koran didepan rumah.
"Assalamu'alaikum? "
"Waalaikumusalam. Cahaya mau aku buatin minum? "
"Aku kesini mau mengambil barang2ku. "Sewot cahaya
Selesai mengambil barang. Faisal menemui cahaya ternyata cahaya berkaca2. Faisal bertanya tetapi malah dibentak jangan mau tahu urusanku.
"Cukup sampai disini dan maafkan lah aku" faisal
Cahaya pun berlalu sahaja.
Sore diruang makan, Muthia meminta si adik agak tidak usah bertemu lagi dg faisal.
"Heh! Paman itu baik sama aku. Aku gak minta langsung dikasi terus diajak jalan2 pula Asyikk. tetapi berbanding terbalik dg kakak. Kaka klw mau atur orang lain sana aja jangan aku. Kkk menyebalkan! "Ulum
"Dik! kakak itu gak mau kamu jadi anak yg berlebihan dlm mencari nikmat dunia. Walau pun kita mampu membelinya, dipikir dulu dan lebih baik sederhana"
"Ah! Kak itu seenaknya saja! Semua harus follow kakk. Kapan aku bebas 🆓 "
"Dik. Ingat Alm. Ayah berrpesan agar kita tidak berbuat sesuai keinginan kita tp sesuai kebutuhan kita. Apakah adik lupa? "
" ingat!" teriaknya hingga seolah - olah angin berhembus mendengarnya.
Malam yang indah sekali terlihat bintang - bintang seperti berkedip. Muthia selama ini masih tidak bosan-bosannya melihat langit dan bulan.
"Astaghfirullah? Hey??! Ini sudah malam! Kenapa masih saja diluar! Dasar merepotkan. Tidak bosen2nya lihat langit yang gelap gitu. " sahut Ulum
"Kapan bulan purnamaku datang? "
"Tanya aja ke Abang Google"sahut Ulum
"Masya allah. Masuk masuk" Muthia pun masuk rumah
Sebulan kemudian, Faisal datang kerumah Muthia tetapi Ulum tak mengizinkannya (sebab disuruh sang kakak) . Setelah tahu p. Ustadz pula ingin silaturahmi akhirnya Muthia pun mempersilahkan masuk. Didalam rumah Muthia menjamu mereka.
Setelah selesai jamuan makan. P. Ustadz menyampaikan hajatnya kemari dimana p. Ustadz melamar Muthia untuk Faisal. Tiba-tiba pipi Muthia memerah dan diam.
"Ia malu pak ustadz"suara kecil Ulum.
"Muthia bersediakah kamu menerima pinangan dari nak Faisal?" tanya P. Ustadz dan Mutia hanya diam.
Lalu p. Ustar bilang "diamnya perempuan tanda bahwa ia menerimanya"
Setelah itu mereka pulang, Muthia menuju kamarnya dengan penuh haru. Ulum yang melihat kkk yang tonjok2 bantal dikmr sambil menangis tak berani untuk mendekat, ia pikir si kkk itu tdk mau tapi berat menolak sebab ada p. Ustadz. Eh! Dikamar Ulum menelfon Faisal menceritakan apa yang ia lihat tentang kakaknya padahal Ulum salah faham. Oya, Faisal memakai hp Ulum yang rusak dulu dan ulum mengajarinya mengoperasikannya tetapi hanya telp. Aja hehehe...
Faisal terus terpikirkan hal itu...
"Sungguh mimpi itu datang dipagibuta kita. Dan selama ikhtiarku ini kau yang condong. Aku lebih dominan kepadamu. Sungguh aku tak pernah mengatakan ini padamu" seruan hati faisal yang begitu terus.
Sampai dihari pernikahan sesuai islam, Faisal dan Muthia tidak bertemu. Faisal masih memikirkan dan terpikirkan kata Ulum, Saat Akad Faisal pun masih tidak fokus hingga ia harus ulang dua kali ijab kabulnya.
Muthia merasa sedih dan kesal sebab ia Faisal mengulang ijab kabul sampai kali kedua.
"Mbk jangan menangis" ujar Bu Titik yang menemaninya.
"Saya minta tolong. Sampaikanlah kepadanya agar betul-betul dalam pengucapannya?! ini kali terakhir. Apakah pantas ia mengecewakan saya "
Lalu ada yang membisik dibelakang Faisal sesuai apa yang dikatakan Muthia. Ia pun bersemangat dan sah lah ijab kabulnya.
Dengan muka gembira Faisal medatangi Muthia lalu sungkem, mendoakan dll.
"Kamu kenapa? Kenapa kamu menangis? Kenapa kamu... "Tanya Faisal
"Karena... "Muthia
"Saya tahu, sebab kamu kesulitan menolak saya karena ada p. Ustadz. Saya tidak mau kamu terpaksa dg saya, waktu saya dan p. Ustadz pulang kamu menangis kenapa? Bila memang tdk menginginkannya ya sudah kita bisa cerai" jelas Faisal tanpa senyum dimana ia sedang bercanda.
"Anda kejam sekali!" Muthia keluar ruangan dan Faisal malah menariknya untuk menemui para tamu.
Tamu-tamu mulai berdatangan begitu juga Cahaya dengan lelaki tajir itu, mereka sudah menikah lho. Mulailah larut malam.
Muthia terlihat lelap ia pun tak terasa tidur di sofa, Faisal pun memberinya Selimut. Suara Adzan shubuh berkumandang, Muthia pun terbangun karena adiknya membangunkannya.
Siang ini Ulum menceritakan bahwa mau ada bulan purnama 2hari lagi, insya allah. sebab ini prediksi astronomi yang ada di internet. Senanglah hati Muthia mendengarkannya.
Saat ia dan adik lihat hidangan makan dimeja makan.
"Siapa yg memasaknya? "Tanya Muthia
"Siapa lagi klw bukan suami kakak " Ulum
Setelah Ulum berangkat sekolah.
Faisal mencuci semuanya tanpa mau dibantu Muthia dengan muka Faisal yang masam. Hati Muthia senang bercampur sedih akan sikap suaminya itu.
"Rido Allah utk saya ada pada anda. Akankan anda biarkan saya bersedih hati seperti ini? " Muthia mengulang-mengulang perkataannya.
"Coba jawab pertanyaan saya semalam"
"Saya kecewa sebab ijab kabulnya, saya malu mengatakannya pada anda. tetapi memang saya menangis waktu anda plng sebab rasa bahagianya hati saya. Sudah lama saya ini, saya simpan. sebab tak pantas gadis yg putus sekolah dasar seperti saya dg seorang laki2 yang berpendidikan tinggi seperti anda. Saya hanya bisa berdo'a saja. Dan saya diajari tidak mencintai laki2 kecuali halal bg saya. Saya mencoba mencintai anda sekarang tapi saya tidak tahu bagaiman perasaan anda pada saya, saya tahu ini Ulum yg bilang kpd anda."jelas Muthia tiba-tiba menangis"untuk cerai... Kuharap anda tahu saya menikah bukan untuk sekedar main main saja tetapi saya menikah karena Allah menyuruh dalam kitabnya. Saya gak mau gampang - gampang dg Cerai yang halal tetapi dibenci. Nikah separuh agama dan segalanya sudah dihalalkan setelah itu"Jelas Muthia
"maaf saya cuma bercanda kok untuk kata cerai itu saya mau lihat reaksimu. Sejak kapan kamu berhijab? "
"Sejak putus sekolah sampai sekarang. Hijab itu menghindari dari diganggu tetapi mudah dikenal"
"Masa sih? " Faisal dan Muthia mengangguk Faisal.
"Lalu kenapa ada yg berniqob atau berburka"
"Itu juga bagus meyembunyikan kecantikannya dari yang bukan mahram. Mungkin Mereka itu kebanyakan pemalu"
"Lalu kamu? "Goda Faisal"kalau batas auratnya? "
"Untuk laki2 dari pusar s/d lutut dan perempuan seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan wajah. Ini itu syariatnya "
"Klw kamu?"godanya lagi"apa itu islam, iman, dan ihsan"
"Bismillah. Menurut yang pernah kupelajari... Ni ya... Dari guru ngajiku... Rosululloh ditanya tentang Islam beliau menjawab, “Islam itu engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang haq) selain Alloh dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Alloh, engkau dirikan sholat, tunaikan zakat, berpuasa romadhon dan berhaji ke Baitulloh jika engkau mampu untuk menempuh perjalanan ke sana”.
"Lalu iman? "
"Selanjutnya Nabi ditanya mengenai iman. Beliau bersabda, “Iman itu ialah engkau beriman kepada Alloh, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rosul-Nya, hari akhir dan engkau beriman terhadap qodho’ dan qodar; yang baik maupun yang buruk”.
"Lalu ihsan? "
"Nabi juga ditanya oleh Jibril tentang ihsan. Nabi bersabda, “Yaitu engkau beribadah kepada Alloh seolah-olah engkau melihat-Nya, maka apabila kamu tidak bisa (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu”.
" cari jawaban di Internet? " Kata Faisal dan Muthia tersenyum saja.
Dimusholla mengadakan santunan anak yatim dan Faisal ikut menjadi donatur acara tersebut tanpa sepengetahuan orang kecuali p. Ustadz.
Di acara tersebut diramaikan orng dari sekitar desa dan luar.
Alhamdulillah, Acara tersebut sukses dengan banyaknya antusias warga. Dg isi ceramah dan doa dari p. Ustadz.
2 hari kemudian, malam yang terasa terang Muthia dan Faisal sedang ada diteras rumah mereka hendak melihat bulan purnama. Faisal sebenarnya mengantuk tetapi ia berusaha tenang krn Muthia terlihat semangan sekali.
"Apa perbedaan bulan purnama dg gerhana bulan? " Tanya Faisal
"Jadi sebenarnya bulan purnama itu merupakan fase bulan yang terjadi ketika adanya peristiwa perubahan selama satu siklus revolusi bulan. Sedangkan gerhana merupakan peristiwa tertutupnya sinar matahari ke bulan oleh bumi. Pada saat fase bulan purnama terjadi, posisi bulan berada diantara Bumi dan Matahari. dan posisi ini sama ketika sedang terjadi Gerhana. Tetapi bukan berarti pada saat terjadinya bulan purnama adalah gerhana walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa ketika terjadi gerhana adalah pada saat bulan purnama. Ini copypaste dari Google hehehe."
" Anak Zaman Now yang begitulah. Internetnya maju. "Faisal
Muthia teringan akan sang adik.
"Astaghfirullah? Adik belum ku bangunin. Sebentar ya... "
"Tunggu dulu?! Duduk sebentar boleh?! "
Muthia pun kembali duduk. "Kenapa? Ada apa? "Tanya Murhia
"Tidak2. Hanya ingin melihat senyum manis kamu" Faisal merayu
"Kamu tahu... Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya,'siapakah wanita yang paling baik?'" Lanjut Faisal sambil memberikan kertas origami bentuk bunga. " ini coba kamu rubah jadi kertas" Lanjut Faisal.
Isi atau tulisan dari kertas origami tersebut:
Beliau menjawab, “Yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, taat jika diperintah suaminya dan tidak menyelisihi suami dalam diri dan hartanya dengan apa yang dibenci suaminya.” (HR. An Nasa’i, shahih).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, “Wanita yang bagaimana yang paling baik?”
Beliau menjawab, “Jika dipandang (suami) ia menyenangkan, jika diperintah ia taat, dan ia tidak menyelisihi suaminya dalam perkara-perkara yang dibencinya, baik dalam diri maupu harta”. (HR. Ahmad).
Muthia pun membacanya. Selesai itu ia diam dan ia pun menuju kamar si Adik. Dikamar si Adek...
"Aduh kak! Kakak bisa kan lihat sendiri dg kak Faisal? Hiih!? "
"Kemarin bilangnya juga mau lihat"Muthia
"Kamu itu menyebalkan! Ia ah! Sebentar lagi." Ulum dan Muthia pun keluar.
"Bikin status ah hehehe pakai kamera canggih yang dibelikan kak Faisal ah! " Ulum.
Setelah bulan purnama terlihat besar Muthia bergumam- gumam"bagus foto dulu"
Sedangkan si adik iseng potret kedua kakaknya yang sedang duduk dikursi panjang berjauhan tetapi saling berpegangan tangan dari belakang dengan pemandangan langit dan bulan purnama. lalu dipos deh...
Dilain tempat, Cahaya aktif mensos nih!? melihat status orang yang baru pos dan tak sengaja melihat status adiknya Muthia.
"Masya Allah? Jodoh tak kan kemana. Dan beginilah akhir kisah ini. Ada cemburu tapi buat apa sudah. Semoga diberkahi Allah kehidupan kalian! " ungkap Cahaya tanpa mengomentari postingan tersebut.
Tamat
Semoga terhibur...
Mohon maaf, mungkin masih banyak kekurangan dari pengarang. Kritik dan saran sangat. Diperlukan.
Terima kasih
Bacalah dan Amalkanlah bacaan yang terbaik dan bermanfaat yakni Al Qur'an.

Pengen tahu lanjutqnnyq
BalasHapus