Cerpen "Mukena Baruku"
Cerita ini hanyalah cerita / karangan fiksi dari mulai penamaan tokoh sampai dengan alur ceritanya. Mohon bila ada kesamaan dari cerita fiksi ini harap dimaafkan dan dimaklumi karena ini diluar kehendak penulis.
Penulis, sebelumnya berterima kasih telah menyempatkan mengunjungi dan membaca cerpen ini, mungkin cerita ini masih kurang bagus, penulis mohon maaf.
Selamat membaca...
Cerita:
Hari minggu merupakan hari libur yang menyenangkan. Maulana bukanlah tokoh utama cerita ini, ia hendak pergi ke CFD yang dilaksanakan setiap hari minggu dijalan besar kotanya, ini kali pertamanya bersama fadellah yang merupakan adeknya pergi ke CFD.
Sampai lah mereka dijalan yang digunakan untuk CFD, jalan itu sangat ramai. Saat itu mereka mulai jalan santai, sampai ditengah jalan Fadellah merasa haus, ia pun membeli minuman yang dijual pedagang dipinggir jalan. Ya... Ini kali pertama Fadellah dan Maulana bertemu Aisha (pedagang minuman) yang merupakan tokoh utama cerita ini. Saat itu Aisha sedang diperlakukan tidak baik oleh pembelinya (Nadhira) sebab minuman yang hendak dibelinya tumpah dibaju Mamanya Nadhira.
"Astagfirullah! Bagaimana kamu ini, minumannya tumpah!" Bentak Nadhira
"Sudahlah nak tidak apa-apa" kata Mama kepada Nadhira, ia malu didengar orang.
"Heh! Harusnya pakai mata dong jangan pakai dengkul" kata Nadhira.
"Maaf mbk maafkan saya" Aisha
Tak lama Fadellah datang melerainya.
Singkat cerita, Nadhira seperti masih sebal dengan Aisha, tapi sang Mama memilih meminta maaf kepada Aisha atas perlakuan Nadhira. Mama pun menarik Nadhira untuk segera pergi meninggalkan lokasi itu.
Setelah itu, Aisha menjuali minuman pada Fadellah yang sedang haus. Aisha sangat senang karena Fadellah anaknya ramah dan penuh senyum.
"terimakasih mbak tadi sudah" terpotong kata Aisha saat itu.
"Tidak masalah mbak. Oiya saya mau melanjutkan jalan santai saya. maaf mbak gak bisa ngobrol lama, berapa mbak harganya?"
"gak usah mbak. " Aisha
"heh tidak bisa, saya tetap harus bayar bagaimana pun. Berapa mbak sebutkan? " Fadellah
"10.000" Aisha
Besok harinya, Aisha melihat gedung sekolahnya yang baru sebab ia murid baru dan ia barulah pindah dari kota besar ke desa. Tidak tahu mengapa teman-temannya tidak suka dengan anak dari kota besar. Mereka pikir anak kota besar itu sombong-sombong. Setelah beberapa hari bergaul dengan Aisha, teman - temannya mulai menerima Aisha walau ada yang masih enggan.
Suatu hari, dari kelas sebelah datang Joshep yang ingin berkenalan dengan Aisha. Saat itu Aisha baru saja keluar kelas.
"hai? Nama kamu siapa? Aku joshep "joshep mengulurkan tangan.
" maaf... Saya Aisha. Kita bukan mahrom"kata Aisha sambil menempelkan kedua telapak tangannya bersamaan.
"mahrom? Ok maaf juga. Bolehkan berkenalan sama kamu?! Emmm, Kamu lihat disudut sana? Semua anak lihat kita" joshep nunjuk suatu tempat ramai orang.
Aisha tertawa kecil. "Teman-teman lihat karena kamu duta di kelas 12 ini" ujar Aisha
"Kok tau" Joshep sambil garuk-garuk kepala.
"tadi pagi pas saya dikantor Bu guru sebut nama kamu juga bilang kamu duta kelas 12, itu jabatan apa pangkat ya?!" tanya Aisha
"Enggak itu bukan apa-apa."Joshep
Mereka pun mengobrol dengan beberapa teman lainnya.
Pulang sekolah, Aisha naik sepeda mini dan di jalan tak sengaja ia berpapasan dengan Nadhira. Nadhira yang sedang membawa minuman dibotol pun sengaja menyipratkan air botol ke serangan Aisha dan Nadhira pun pergi begitu saja. Tak lama kemudian datang Joshep dan iapun meminjamkan jaketnya kepada Aisha akan tetapi Aisha menolaknya karena hanya basah sedikit dibagikan samping seragamnya saja dan syukurlah cuaca juga panas, jadi Aisha pikir nanti juga kering sendiri. Aisha pun pulang tanpa pinjaman jaket Joshep.
Dirumah, Ibu dan Aisha sudah selesai memasak. Datang Mama dan Nadhira, kedatangannya untuk menerima pembayaran bulanan kontrakan. Ibu mempersilahkannya masuk. Setelah ibu membayarnya.
"Alhamdulillah, saya hari ini sudah selesai masak. Mari makan dulu Bu Mbak" pinta Ibu
"Nanti merepotkan?! Lagian saya juga mau lanjut" ujar Mama
"Tidak Bu, tidak merepotkan malahan saya senang. Mari-mari"
"Baiklah" Mama dan Nadhira hanya tersenyum.
Malam pun datang, Aisha pergi ke Masjid sendirian. Diluar masjid Aisha bertemu dengan Nadhira dan Mamanya, Aisha langsung menyapa dengan tersenyum pada Nadhira dan Mamanya tetapi Nadhira tak membalas.
"Ma! Lihat dia pasti gak bawa mukena lagi"gumam Nadhira.
Selesai sholat, Aisha keluar masjid disusul Nadhira. Diluar Nadhira memprovokasi warga atas kelakuan Aisha yang selalu pakai mukena dimasjid.
"Kamu itu gimana sih. Mukena disini itu untuk orang lain dan kalau kamu pakai terus bisa cepat bau dan lusut habis itu rusak" ucap Warga.
"Kau itu bawa mukena sendiri apa gak bisa?! atau mungkin mukena mu kau simpen di rumah biar tetep bagus gitu" cetus Nadhira.
"Astagfirullah. Tidak begitu Nadhira" kata Aisha.
Datang Fadellah...
"Ada apa ini?" tanya Fadellah
"itu mbak mukena masjid dipakai sendiri" kata Warga
"maaf maaf maaf sebelumnya. Jangan dihakimi seperti ini Pak Bu. Kita ada di area Masjid ini lho, begini mukena itu dipakai untuk sesama alias umum tidak hanya untuk orang luar saja." ujar Fadellah
"alah dia(Fadellah) belain Aisha!!!" kata Nadhira, warga pun terprovokasi lagi.
"Tidak saya tidak membelanya."kata Fadellah
" jangan ikut campur kau ini ya!!! "Nadhira naik darah
" sabar dong, begini Bapak ibu kalau diantara Bapak ibu tidak bawa alat sholat atau lupa, siapa yang mau pulang dulu ambil?" kata Fadellah
"bener juga ya" gumam para warga
"Tapi dia ini tuh keseringan" kata Nadhira
"Saya bisa bertanggung jawab. Akan saya cuci seluruh mukena disini" ujar Aisha
"sudah didengar? Dia akan bertanggung jawab" Fadellah.
Warga pun bubar dengan sendirinya.
"Aisha! Awas kamu ya" suara kecil Nadhira kepada Aisha.
Pagi ini, Aisha ke masjid dengan penuh semangat. Aisha pun mulai mencuci semua mukena. Setelah selesai mencuci ia pun menjemurnya. Ia menunggu pula agar jemuran itu kering. Sore pun datang, ia mengambil semua jemurannya tak lama datang Fadellah, Aisha pun mengajak Fadellah kerumah.
Di depan rumah...
"assalamu'alaikum?" sahut Aisha sambil ketuk pintu dari luar.
"wa'alaikumussalam?" sahut ibu sambil bukakan pintu.
Ibu bukakan pintu dan melihat Aisha bersama temannya.
"ayo, masuk nak. Oya ibu tadi udah selesai masak mari sarapan dulu? Ayo udah gak usah malu-malu" pinta Ibu ke Fadellah
"Ayo saudaraku" pinta Aisha
"saudara??? " Fadellah
"kita muslim. Setiap muslim itu bersaudara" kata Aisha sambil menggiring Fadellah masuk rumah.
Setiap Minggu, Aisha harus berangkat pagi-pagi sekali untuk berdagang di pinggir area CFD karena kalau ia berdagang di area itu pendapatan dia lumayan. Ia dan gerobaknya berjalan melewati jalan yang berkrikil karena itu jalan pintas yang lebih dekat. Saat dijalan ia bertemu pemulung dan ia pun memberinya sedikit uang tanpa berpikir panjang.
Akhirnya ia sampai dijalan raya dan tiba-tiba disapa seseorang dari dalam mobil dan saat pemilik mobil membuka kaca mobilnya ternyata Joshep, Aisha menyapa pula.
"Aisha?! mau ku bantu?!"sahut Joshep yang bercanda
"Tidak terima kasih" Aisyah
" ya sudah, Mari-mari"sapa Joshep,
Aisha hanya senyum.
Di CFD Aisha mulai menata dagangannya setelah itu tinggal menunggu datangnya pembeli.
" Semoga dagangan ini laku. Amin"
Kata Aisha.
"permisi mbak mau beli itu(air putih botolan)" kata Pembeli
"iya mbak, ambil berapa?" tanya Aisha
" 4 botol mbak. Berapa? " Pembeli
"12.000 mbak" kata Aisha
"ini. Terima kasih?" pembeli
"terimakasih kasih kembali" Aisha
"Alhamdulillah sudah ada yang beli" kata Aisha didalam hati.
pukul 11. 00 siang orang-orang sudah pada mulai pulang, Aisha yang sedang menukarkan uangnya di penjual lainnya tapi yang jaraknya agak jauh dari gerobaknya. Setelah itu, Aisha datang kegrobaknya dan ia terkejut melihat ban gerobaknya kempes.
"hai Aisha? Ban tu kempes? kasihan! Aku gak mau bantu karena aku udah bantu kempesin ban ini. Heh! Aku mau pulang dulu ya... bye..." Nadhira yang terus terang.
"Nadhira kenapa..." Aisha memegang ban yang kempes.
Aisha melihat Nadhira pergi dengan tenangnya. Tak lama juga Fadellah datang melihat ban kempes dari gerobak Aisha.
"Mbk - mbak bannya kempes " sahut fadellah ke Aisha
"iya" Aisyah berkata tanpa melihat Fadellah tetapi melihat Nadhira yang sudah menjauh.
"kenapa dia seperti itu ya ke kamu? "tanya Fadellah
" udah sini ku bantu dorong gerobaknya sama kakak ku juga. "Kata Fadellah
Aisha pun dibantu Fadellah dan Maulana mendorong gerobak yang kempes tersebut. Saat masih mulai mendorong Joshep datang.
" Joshep? "kata Aisha
" Aisha? Kenapa gerobak kamu ini? Aku bantu ya? " ujar joshep
"gak usah mas, kita bisa kok" jawab Fadellah
"iya" Aisha
"gak apa apa. Sini aku bantu in" joshep " mas-mas kita tarik aja?! Gimana Mas?"lanjud Joshep
" Gak usah bantu mbak, biar kita yang cowok saja" jelas Maulana kepada Aisha yang sudah bersiap-siap.
"oke!" sahut fadellah"ayo jalan. Go Go Go " Lanjut Fadellah
" Aduh Aku jadi merepotkan kalian ini"Kata Aisha
Mereka menarik gerobak sampai ke tukang pompa ban lalu gerobak di isi nitrogen.
"Terima kasih sudah bantu saya? Sudah sampai disini saja" Aisha.
"he he he belum selesai. Kebetulan aku bawa sepeda motor" ujar Maulana
"mau ditarik pakai motor? " Aisha "Tidak usah saya lewat jalan pintas saja" Kata Aisha
"kebetulan aku bawa mobil." Joshep
"em aku bisa naik mobil. Aku biasanya juga ngendarain mobil" sahut Fadellah sedang Aisha hanya diam karena sebenarnya ia bisa naik mobil.
"ok ok. Kalau gitu aku bawa gerobaknya sama mas. Dan kamu juga Aisha bawa Mobil. Gimana? " Ujar Joshep bikin solusi.
"entar ngerepotin" Aisha
"eee gak kok, Tenang aja" Fadellah
"ok ok" Lanjut Fadellah
Didalam mobil, Aisha melihat gerobaknya yang ditarik kedua jagoan itu sambil memikirkan masa lalunya bersama sang Ayah naik mobil melihat orang bawa gerobak seperti itu dan ternyata itu pula yang terjadi pada Aisha sekarang. Akhirnya sampai lah dirumah Aisha. Dan Aisha dengan fadellah pun turun dari mobil.
Aisha pun segera mengambil alih gerobaknya dan menaruh ya disamping rumah.
" Alhamdulillah, Mari mampir dulu?" Pinta Aisha
"gak usah lah" joshep
Teman-teman pun Pulang.
Didepan pintu,
"Assalamu'alaikum?" Aisha
"wa'alaikumussalam, kok baru pulang?" ibu
"tadi ban nya kempes." Aisha
"ya Allah, lalu bagaimana dengan kamu ada yang lecet?"ibu
" aku gak apa2 bu. Oya, ini alhamdulillah dari hasil dagang aku dapat uang segini"
"Alhamdulillah"
Di Sekolah, Aisha sedang berbincang-bincang dengan teman-temannya tentang PR. Bel istirahat berbunyi, Aisha pun pergi ke luar kelas.
"aduh laparnya, padahal aku tadi pagi dah makan tapi sedikit. Aku mau cari batu kecil dulu" Aisha.
Gerbang sekolah Aisha, ia sudah keluar dari gerbang sekolah dan ia tidak tahu ada yang mengikutinya. Dan menarik lepas tasnya dari belakang, Jatuh lah Aisha. Sambil menahan rasa sakit di badannya serta rasa lapar ia berjalan pulang kerumah.
Sampai dirumah, ia kaget melihat ibunya pingsan dilantai sedangkan pintu dikunci dari dalam. Dipercepat ceritanya...
Di RS, Aisha menemani ibu yang sedang dirawat. Ibu ternyata terkena strok sebagian.
"Aisha? Maafin Ibu ya nak? Udah kita pulang saja. " ujar ibu
"ibu ibu tenang aja dengan pembayarannya. Aisha akan cari pinjaman ke Mamanya Nadhira" ujar Aisha
"maaf ya nak. Uang ditabungan kamu ambil pula tak apa"
"ibu, itu uang untuk membayar kontrakan. Aisha akan pinjam saja bu"
"kalau Ayah mu masih hidup mungkin tidak begini hidup kita"
"astagfirullah ibu. Semua ini takdir dari Allah. Kita tak boleh berkata begitu"
"astagfirullah. Aisha ibu dulu mikir kamu gak akan mau hidup jatuh miskin seperti ini"
"kenyataannya gak sama kan bu. Saya ikhlas hidup seperti ini karena Allah. Bukankah hisabnya ringan kelak" Kata Aisha sambil senyum.
"Aisha" ibu tersenyum.
Singkatnya, Aisha mendapatkan pinjaman uang untuk pengobatan ibunya dari Mamanya Nadhira tanpa bunga dan dibayar secara langsung lunas dengan jangka waktu pengumpulan uang secara mandiri selama 2 tahun. Akhirnya Ibu pun sudah boleh pulang dari Rumah sakit. Setiap hari Aisha yang melakukan kegiatan dirumah.
8 bulan kemudian, Aisha sedang pergi belanja ternyata bertemu Nadhira. Nadhira pun menarik tangan Aisha.
"ikut aku" Nadhira"4bulan lagi kamu harus balikin tu uang yang kamu pinjem dari Mamaku "
"kan belum waktunya"
"eh....! Aku gak mau tahu. Apa kamu mau aku usir dari kontrakan"
"Kamu kok ngancan. Aku udah bilang belum waktunya"
"sini" Nadhira menarik belanjaan Aisha dan membuangnya"ini akibatnya."
" Astagfirullah" dengan sedih Aisha memunguti belanjaan yang masih layak.
Dirumah Nadhira, Mama lagi nunggu Nadhira yang habis belanja dipasar.
" Mama? Ini belanjaannya"
"nak kalau pulang salam dulu kaya Aisha yang baik hati anaknya"
"Ma! Kenapa Aisha lagi. Nadhira Nadhira Aisha ya Aisha"
"nak gitu aja ngambek"
Aisha selesai masak, azan pun berkumandang. Ia pun menuju kemasjid dan bertemu Nadhira. Nadhira tiba-tiba menarik mukena yang dipakai Aisha.
"maaf tangan ku gatel nih" ejek Nadhira "jangan lupa pesanku tadi siang"
"Astagfirullah" Aisha
Dikamar, Aisha mencari celengannya dan ia pun menghitung uang tabungannya buat beli mukena dan bayar hutangnya, akhirnya uang itu ia campur saja, uangnya masih lah kurang ternyata.
"Aku harus bekerja lebih lagi, pas pulang sekolah aja ya kaya nya."gumamnya
Akhirnya Aisyah memulai berdagang di depan kampus dan menjadi setiap sore Aisha jualan minuman dan snack didepan kampus Harapan Jaya, karena kalau sore ramai.
Sebulan pun tak terasa,pulang sekolah pulang dulu lalu kalau sudah waktu sore berangkat dagang. Ternyata kampus itu kampus Fadellah dan Maulana.
"mbk Fadellah?" Aisha
"iya. Kamu dagang disini? Masya Allah. Sampai jam berapa?"
"aku sampai isya"
"gimana kabar ibu kamu?"
"Alhamdulillah. Sudah mulai membaik "
"Aku Kuliah disini sama kakak ku juga kuliah disini. Bisa ketemu terus donk"
"Aku jadi malu"
"ah ngapain malu. Oiya, aku mau beli minumnya donk? "
"oiya. Ambil yang mana mbk"
"itu makasih ya. Emmm aku mau masuk kampus, udah dulu ya. Assalamualaikum? "
"waalaikumussalam"
Selama 4 bulan ia terus tekun sekolah juga berdagang kesana kemari,syukurlah uangnya sudah sampai. Aisha pun mendatangi rumah Mama Nadhira untuk membayar hutangnya.
"Assalamu'alaikum" Aisha
"waalaikumussalam" Mama dan Nadhira
"eh Nak Aisha. Sudah ada ya uangnya?"
"iya Bu. Alhamdulillah"
"heran aku kok bisa 10juta kebayar dengan cepat. Jangan - jangan uang nyuri lagi atau" Nadhira
"bukan. saya kerja terus agar bisa kumpulin uang sebesar ini" Aisha
"kasihan suruh siapa minjem uang" Nadhira
"o gitu. Maafin Nadhira ya"Mama
"iya Bu"
Sepulang darinya, duduk dikarpet mata Aisha berkaca sedang melamun membayangkan dulu saat kehidupannya yang cukup. Ibu yang melihat mendatangi Aisha.
"Aisha? Aisha? Nak jangan melamun "ibu
"Astagfirullah" Aisha "Aisha mau mandi dulu " Lanjut Aisha
"iya sudah sana gih"ibu
Disekolah, hari ini ujian tapi Nadhira ujian di sekolah Aisha. Saat ujian Nadhira minta contek teman (Mimi) disampingnya tapi teman disampingnya tak mau ngasih. Selesai ujian, Nadhira hampirin anak yang tadi. Di maki abis olehnya. Lalu datang Aisha.
"ada apa ini? "
"kenapa! mau belain dia he" Nadhira
"dia minta contek gak kukasi, marah. terus dorong aku" jelas Mimi
"Kamu itu udah kelewatan. Mencontekkan dilarang oleh sekolah apa kamu gak tahu. Kalau dia gak kasih contekan kamu. Dia benar dan kamu gak perlu marah seperti ini"Jelas Aisha
"Ngapain juga aku ini ditaruh sekolahmu!!! sini ikut aku" Nadhira.
Aisha ditarik Nadirha sampai di kolam ikan yang ada di area sekolah, kolam itu dalam. Aisha pun ia jeburin kolam ikan. Ternyata dari jauh Joseph melihat kejadian itu.
"Kamu jangan ikut campur ya! kalau kamu mau laporin?! Laporin aja tapi awas aja nanti" Nadhira nada mengancam.
"apa kalian lihat-lihat" Nadhira bentak teman - teman yang disitu.
"aduh entar kalau dilaporin gimana nih" gumam dihati Nadhira, ia pun pergi dan pulang.
Tak lama Aisha keluar dari kolam karena ia bisa berenang, ia melihat roknya sobek lebar dan Mimi pun menutupnya dengan jaketnya. Aisha pergi ke toilet ganti baju. Teman-teman mendatangi Aisha yang keluar toilet.
"Kamu tidak apa - apa" tanya teman
"gadis itu jahat banget"teman 1
"laporin aja tu" teman 2
"hei dia anak sekolah favorit lho"teman 3
"Nanti aja pas lulusan aja" teman 4
"dia kesini tu buat ujian kelulusan kan" Mimi
" gak apa apa kok. Dia itu butuh pencerahan, ya udah kalau ada yang mau contek jangan takut sama siapapun gak usah dicontekin" Aisha"kalau gitu aku pulang dulu ya. Assalamualaikum " Aisha yang tampak segar
" Waalaikumussalam" jawab seluruh temannya.
Setelah pulang dari dagang, isya ini Aisha ke toko pakaian naik sepeda. Sesampainya ditoko Aisha hendak beli pakaian. Disana ia melihat mukena yang bagus. Ia pun melihat harganya.
"Masya Allah, bagus mukena ini. Harganya belum bisa nyampai dikantongku, tapi insya allah bisa nyampai. Pokoknya aku harus rajin rajin nabung nih"
Ia pun sampai ditempat seragam sekolah.
"mbk ada rok sekolah abu-abu panjang? " Aisha
"sebentar mbk" Pelayan tak lama"ini mbk harganya 72rb. Ini harga pas dan kainnya juga kenyamanan ya sesuai harga besusuai harga. Ada dua tipe, yang ini plisket satu ditengah dan yang ini plisket semua. Ada ukurannya juga dek." promosi Pelayan itu
"ada yang harganya dibawah Ini.?" Aisha
"o begitu. Saya ambil yang ukuran xl saja mbk"Aisha
"kalau begitu barang langsung saya bawa kekasir, diambil dikasir ya" kata pelayan itu.
Dikasir...
"aduh ndak bisa basa enggres" gumam petugas kasir
"speak in English language ya" Kata Bule
"no no no"
"bisa saya bantu mas? mengartikan bahasa inggris ibu ini " Aisha ke P. Kasir
"boleh mbk"
"sorry. May I help You with translet your English Language" Aisha tanya ke Bule
"ok! Tell him to learn English language because he's a cashier. ya.." kata Bule
"mas disuruh belajar bahasa inggris karena mas dibagian kasir"
Aisha ke P. Kasir
"ok. How much is this Total? " Bule ke kasir
"Totalnya,emmm punya kartu member" p. Kasir
"Do You have a member card here?" Aisha
"I don't have a member card" Bule
"tidak punya mas"Aisha kepada P. Kasir
"ok" p. Kasir"maaf total semua Rp 1.780.000,-"
"sorry. Total of all is 1 million seven hundred eighty thousand" kata Aisha kepada Bule dan Bule itu langsung memberikan uangnya dengan pas.
"uang anda pas. Terima kasih. Selamat datang kembali" p. Kasir
"your many is right. Thank You. Welcome back in here" Aisha
"ok. Sama-sama" Bule" Terimayasi. Thank You for helping me communicate. I'll go ahead, see you later? "Bule
"sama-sama, ya miss" Aisha
"makasih ya mbk" P. Kasir
"Sama-sama mas. Saya mau bayar seragam rok abu-abu mas"
"oya mbak"
Singkat cerita, Aisha pun sampai rumah. Dirumah ibu nunggu Aisha. Ibu cemas karena baru pulang. Aisha pun menceritakan kejadian ditoko tadi.
Pagi ini, Aisha berangkat ujian dan Nadhira berangkat ujian. dia Nadhira bergumam-gumam tentang pakaian Aisha yang robek roknya tapi Aisha kan pakai celana panjang juga buat daleman rok. Dijalan ia nemuin Aisha naik sepeda mini dengan senyum. Nadhira berpikir kok bisa. Sesampai dikelas, ujian pun dimulai. Nadhira manggil anak sebelahnya untuk contek in dia tetapi tidak ada yang contekin.
Aisha pun mengerjakan ujiannya yang dikomputernya, selesai lah ujian. Ia pun keluar kelas dan hendak pulang. Datang Nadhira, ia bilang dengan si isinya kalau teman-teman tak mau nyontekin ia, dan ia bilang hidup Aisha itu selalu beruntung dalam segala hal dan itu yang buat Nadhira iri pada Aisha.
"Nadhira. Kamu itu harusnya belajar dari sifat-sifat baik itu dan bukan palah membenciku. Aku bersikap baik itu karena ini yang di ajarkan Agama kita dan kalau kamu rubah sikap burukmu menjadi baik itu bagus " Nasihat Aisha
"dasar. Jangan coba-coba nasehankan kaya gitu. Basi tahu" Nadhira pun pergi
"Astagfirullah. Semoga Allah membuka pintu hidayah gadis itu" Aisha
"Amin." ujar Joshep yang baru datang.
Hari minggu ini Aisha tidak pergi dagang karena ibunya sedang sakit lagi, jadi ia harus merawat ibu.
"maafin Ibu ya. Padahal kamu kepengen beli mukena baru tapi uangnya kepake terus, apa lagi sekarang ibu sakit "
"gak apa apa ibu. Kan aku masih punya mukena walau lusut juga aku bisa pinjam mukena ibu"
"maafin Ibu ya dulu mukena kamu pemberian Ayah, ibu jual karena harganya lumayan banget"
"gak apa apa bu. Kan buat keperluan kita. Insya allah Aisha bisa beli mukena baru kok"
Tiba-tiba ada suara benda jatuh diluar ternyata ada yang mengintip. Saat di tengok Aisha gak ada.
Fadellah turun dari mobil didepan rumah tetangganya Aisha, ia melihat ada yang lari keluar dari rumah Aisha orang laki pakai masker medical. jangan-jangan ia pencuri pikir Fadellah. Fadellah dan kak nya pun mengejar laki-laki itu sambil berkata pencuri - pencuri. Warga yang mendengar ikut berlari mengejar laki - laki yang menutup mukanya itu. Laki-laki itu tetap lari dan sembari melihat kebelakang.
"kenapa mereka mengejar ku?! kalau digebukin gimana, terus mereka sebut sebut pencuri lagi" gumam Joshep, laki-laki yang pakai masker itu.
Tapi si laki itu terus lari sampai banyak yang mengejar. Para warga terus bilang pencuri.
"ya Allah, kenceng banget dia tu lari?! aku lelah" Fadellah
"kakak duluan dek" kata Maulana
Laki-laki itu. "ya Tuhan kenapa banyak yang ngejar. Lari" tak lama" Syukurlah ada kantor polisi. Masuk sana aja lah"
"lhooo pencurinya masuk kantor" kata Warga
Kantor Polisi...
"pak tolong saya? Saya dikira pencuri" ujar laki2 itu
"buka masker kamu? " ujar salah seorang warga
Saat dibuka Ternyata Joshep. Maulana pun terkejut.
"Kamu? Kamu nyuri? " sahut Maulana
"siapa yang nyuri salah faham kalian. Aku ini kerumah teman tadi" jelas Joshep
"jadi bukan pencuri nih? "warga
"bukan. Muka baik baik kaya gini dituduh pencuri gimana sih kalian"Joshep
"siapa yang bilang dia pencuri"
Tegas p. Polisi
"saya pak, karena tadi dia pakai masker gitu, jadi gak bisa ngenalin dia" ujar Fadellah
"sekarang sudah bubar-bubar" p. Polisi
"besok lagi jangan diulangin lagi" p. Polisi
"iya pak. Terima kasih pak kalau gitu saya dan teman-teman permisi pulang pak ya."ujar Maulana
"iya cepat pulang nanti saya berubah pikiran dan masukin sell kalian. "ujar p. Polisi dengan tegas" bercanda-bercanda" Lanjut p. Polisi
"mari pak" sahut mereka.
"mari-mari" P. Polisi.
Di luar kantor polisi, Joshep ajak fadellah dan Maulana ke taman sebelah kantor polisi itu. Di sana joshep ceritakan apa yang ia dengar dirumah Aisha.
"Masya Allah. Sampe segitu banget" kaget Fadellah.
Joshep tiba-tiba dapat telpon, tak lama mereka pun Pulang.
Ke esokan harinya(pagi) , di depan kampus. Maulana melihat seperti gerobak Aisha tetapi ia hiraukan. Saat tengah hari gerobak itu masih didepan sana, Aisha yang tengah dagang datang orang yang minta-minta dan ia pun memberinya. Tak lama tiba-tiba saja datang preman .
"mbk maaf sebelumnya. Mbknya harus bayar pajak jalan?! " salah satu preman.
"maksudnya? Saya kok baru tau mas. "
"karena ini wilayah kami mbak. cepat bayar! Atau ku rusakin gerobak mbak ini heh! "
Aisha pun memberikan uangnya.
"ya begitu. Mbak bebas sekarang" kata salah satu preman itu.
Di tempat lain, para preman itu menemui Nadhira yang tengah menunggu. Dan ternyata Nadhira mengambil uang itu dan membayar preman itu. Dari jauh, fadellah melihat kejadian itu lalu ia menyuruh supirnya yang gatot itu menemui Nadhira, ia mengambil uang Nadhira.
"he! Pencuri! Oya ngapain aku kejar. Biarin aja uang itu dicuri orang. Rasain kamu Aisha" kat Nadhira
Saat Aisha sedang bersedih datang fadellah memberikan sejumlah uang yang ternyata uang itu milik Aisha. Aisha bertanya-tanya kenapa uangnya ada ditangan Fadellah dan fadellah pun menceritakan keburukan Nadhira.
Disekolah, pengumuman kelulusan. Senang hati Aisha ia lulus. Beberapa hari kemudian disekolah ia bertemu dengan Joshep. Joshep menceritakan bahwa dirinya telah diterima di Perguruan tinggi. Aisha hanya bisa mengucapkan selamat kepadanya. Aisha pun tak iri dengannya.
4 bulan kemudian, Ibu menemui Aisha. Saat itu Aisha lagi hitung uang tabungan karena masuk waktu bayar kontrakan. Ibu mengajaknya makan dulu, Aisha pun mengikutinya.
Ke Esokan harinya, setelah dari Masjid. Aisha hendak pulang untuk segera belanja Mukena dan kebutuhan rumah. Ia pun kepasar sendiri naik angkot. Ia pun belanja kebutuhan setelah itu ketoko mukena beli mukena. Selesailah, Aisyah diluar pasar menunggu angkot jurusan rumahnya. Tetapi ternyata datang fadellah menemui Aisha dengan penuh senyum.
"Fadellah? Kamu kenapa disini?" tanya Aisha saat itu fadellah penuh senyum.
"Mau Pulang kan? Sekalian aja bareng ya. Aku naik motor roda empat hehehe"
"entar "
"alah udah, ayo"
Sampai mobil, Aisha melihat didalam ada Maulana dan Sopir ditambah Fadellah dan ia. Mobil pun jalan.
Dirumah, Aisha baru datang. Ia kaget melihat ibu pakai baju bagus, tumpeng dan banyak teman-teman, Aisha bertanya-tanya. Mereka semua memberi kejutan disebabkan ini hari ulang tahun Aisha.
"Masya Allah, ini kejutan sekali buat aku. Terima kasih ya teman-teman" senangnya Aisha"aku pertama kali dirayain ultah terima kasih temen-temen "
" Joshep bilang gak bisa dateng Aisha, jadi dia cuma bisa kirim kado saja. "Kata Mimi
" acara ini dimulai dengan do'a dan diakhiri do'a pula. Mari Mas Maulana yang mimpin do'a" Mimi
Lalu Maulana membaca do'a, selesai lah doa.
"Ayo dimakan " sahut fadellah pada
Teman-teman Aisha sangat senang sekali.
Sore pun tiba semua teman-teman mulai beranjak pulang.
"kami pamit pulang ya " ujar Fadellah.
"jangan lupa itu kadonya dibuka" sahut Mimi.
Di rumah Nadhira bergumam - gumam.
"Masya Allah ya Nad. Si Aisha itu. Temennya baek baek "
"biasa aja Ma "
"Ayo kita makan dulu nak"
"jadi gak Nafsu makan " "aku gak mau lihat kamu bahagia, lihat aja nanti apa yang akan aku lakukan " gumam Nadhira
Dirumah Aisha membuka kadonya. Ternyata ada 4 setel mukena baru. Aisha pun merasa senang saat melihat ke 4 mukena itu. Tapi ada satu mukena didalamnya ada surat bertuliskan by joshep.
Hai...
Semoga sehat selalu
Ini adalah hari terakhir kita ketemu. Maaf gak bisa datang dan maaf kalau banyak salah. Aku mau pindah ke negeri orang jadi besok berangkatnya. Senang bisa berkenalan dengan muslim yang baik kaya kamu. Itu memotifasi aku buat jadi anak baik juga. Kata kamu islam itu peace dan menurutku itu benar. Aku suka...
Aku suka kita jadi teman dan aku suka kalau bisa kasih kamu sesuatu walau kelihatannya aneh. Ini mukena yang kamu ingin kan, tapi karena mahal gak jadi kamu belikan(bukan begitu maaf kalau salah ), mukena itu yang ada ditoko Ayahku, oya sebenernya yang punya toko itu ayahku dan dia liatin rekaman cctv seorang gadis (kamu) ke aku. Ayah juga titip salam buat kamu, makasih udah bantuin karyawan ditoko ayahku ya.
Selamat Ulang tahun ya...
Semoga tuhan memberkahi mu
Bye
Assalamualykum?
By Joshep
"waalaikumussalam. Alhamdulillah ya Allah engkau telah memberikan lebih dari yang aku inginkan" dihati Aisha, maksudnya kesabaran itu berbuah manis.
Di ruang tamu, suara azan berkumandang dan Aisha memakai mukena tersebut ke masjid. Dimasjid datang Nadhira yang ingin merusak mukena Aisha.
"sini mukena mu? Kugunting jadi beberapa lembar " sahut Nadhira
"jangan! " Aisha
"aku gak mau lihat kamu bahagia" Nadhira
"hey! Jangan kamu tarik mukena itu" Fadellah
"kenapa kamu ini?"Nadhira kepada Fadellah "Aku gak ajak kamu ngobrol " Nadhira ke fadellah
"parah ah kamu. Udah Aisha yo kita pergi gak ada gunanya ngomong sama anak ini" cetus Fadellah
"makasih ya udah bantuin selama ini"
"ah kamu apa an sih. "
Aisha pun sholat maghrib bersebelahan dengan Fadellah. Ia pun berdo'a atas segala dosa dan juga bersyukur penuh syukur Atas segala nikmat-Nya. Ia pun mendatangi Nadhira yang berwajah sebel itu. Aisha bertanya kenapa Nadhira benci dan tidak suka. Saat itu Nadhira penuh emosi jadi Aisha di bentaknya.
"Pergi sana," Bentak Nadhira
"Baiklah Aku akan pergi. Setelah aku pergi hilangkan semua rasa benci mu padaku ya. Assalamualaikum?" Aisha
"Ih! Wa'alaikumussalam" Nadhira
"Menyimpan dendam tak jelas itu tidak baik dan berdosa" Aisha
Aisha dan Fadellah pun keluar dari Masjid. Di luar masjid Aisha melihat bulan yang indah dan iya pun pulang.
Shubuh ini kemasjid, Aisha selesai sholat Shubuh ia pergi pulang menyiapkan sarapan dan dagangannya. Aisha membuka pintu karena ada yang mengetuk pintu. Ternyata Nadhira yang bertamu, Nadhira menangis dan tiba-tiba memeluk Aisha.
"Masya Allah, kenapa kamu? " tanya Aisha
"Aisha aku memikirkan kata-katamu semalam hingga tak bisa tidur" Nadhira "Aku sedih karena kamu baik mulu padaku. Jadi maafkan semua salahku ya, aku sadar sekarang" Nadhira
"Alhamdulillah kalau kamu sadar, sebenarnya aku sudah maafin semuanya kok sebelum kamu minta maaf." Aisha
"beneran? Kita bisa berteman kan setelah ini?" kata Nadhira
"iya kita berteman, emm... Mari kita sarapan, ayo masuk sudah jangan sungkan?" Aisha
Aisha pun mengajak Nadhira sarapan dan saat sarapan mereka berbincang-bincang.
"ooo Nak Nadhira ini kulia? Kuliah dimana?" Tanya ibu
"Saya Kuliah di STIKES bu?"
"mau jadi dokter bu?! " kata Aisha
"bukan, mau jadi perawat aja " kata Nadhira
"Nah kalau kalian akur ibu seneng lihatnya" Kata ibu
Mereka pun terus ngobrol dengan asik ya. Begitulah ceritanya.
SELESAI
Semoga terhibur, Mohon maaf bila masih banyak kurang karena ini hanya karangan biasa dari tangan biasa. Kritik dan saran sangat diharapkan.
Sekian terima kasih.

Saya baru baca. Bagus baget
BalasHapusHadir baca ini...
BalasHapus